Cara Penggemukan Kambing dan Domba Cepat Panen

Cara penggemukan kambing
Cara penggemukan kambing

Pada postingan kali ini, seputarusaha.com akan membocorkan sebuah rahasia mengenai cara penggemukan kambing dan domba selain menggunakan pakan rumput. Kita tahu bahwa kambing dan domba adalah hewan ternak yang tergolong ke dalam kelas herbivora

atau pemakan tumbuhan terutama rumput. Dengan menggunakan  teknik penggemukan kambing atau domba, maka usaha yang akan dan atau sedang dijanai akan membuahkan hasil yang maksimal.

Kambing atau domba merupakan suatu komoditas peternakan yang memiliki peran ekonomi yang tinggi bagi masyarakat terutama di pedesaan.  Peran ekonomi yang dimaksud adalah dapat menjadi penyedia lapangan kerja, sumber investasi, sebagai tabungan atau sumber pendapatan tambahan, dan penghasil bahan baku bagi pengrajin dan industri seperti penyedia tulang, wool, dan lain sebagainya.

Dari tahun ke tahun, populasi ternak kambing dan domba mengalami peningkatan yang signifikan terutama menjelang hari raya Idul Adha. Namun permintaan tersebut belum bisa diimbangi dengan produktivitas yang maksimal seperti menyediakan kambing atau domba yang memiliki postur tubuh gemuk. Hal tersebut dikarenakan sumber daya manusia yang kurang mengetahui atau kurang menguasai teknik cara penggemukan kambing atau domba yang baik.

Sebelum memulai proses penggemukan ada baiknya anda menyimak terlebih dahulu tips dan trik penggemukkan hewan ternak berikut ini.

  1. Pastikan anda menyukai dengan jenis pekerjaan yang anda lakukan. Kenapa?, karena menyukai pekerjaan adalah kunci sebuah kesuksesan.
  2. Jika anda merupakan peternak pemula, disarankan agar memelihara dengan skala yang tidak terlalu besar misalnya 3-4 ekor.
  3. Harus memperhatikan umur kambing atau domba yang dibeli. Karena umur sangat menentukan kondisi tubuh yang masih bisa digemukkan atau tidak. Disarankan umur yang digunakan dalam proses penggemukan antara lepas sapih (tidak menyusui) sampai umur 2 bulan
  4. Pemberian obat cacing setiap 1 x 2 bulan. Salah satu penghambat ternak menjadi gemuk adalah adanya cacing di dalam perutnya.
  5. Menjaga kesehatan ternak kambing atau domba dengan cara melakukan sanitasi kandang.

Berikut adalah penjelasan mengenai cara penggemukan kambing dan domba yang baik.

Di Era sekarang, teknik pemeliharaan kambing maupun domba tidak seperi tektik pemeliharaan pada tahun 80an dimana pada masa itu masih menggunakan teknik pemeliharaan yang membutuhkan waktu 2-4 tahun agar bisa memperoleh kondisi tubuh kambing atau domba yang maksimal. Sekarang, proses penggemukan kambing atau domba dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tips di atas. Selain itu, juga harus memperhatikan hal-hal yang akan disampaikan sebagai berikut.

  1. Manajemen pemilihan bakalan kambing/domba
  2. Manajemen perkandangan
  3. Manajemen pemeliharaan kambing/domba
  4. Manajemen kesehatan

Manajemen Pemilihan Bakalan Kambing/domba

Pemilihan bakalan dalam proses penggemukan kambing dan domba merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena hal ini akan berkaitan dengan daya tahan ternak terhadap keadaan lingkungan dimana ternak tersebut akan dipelihara. Pemilihan bakalan dapat dilakukan dengan memilih bangsa-bangsa kambing/dombadan memilih jenis kelamin ternak yang akan digemukan.

Bangsa-bangsa kambing yang ada di Indonesia diantaranya kambing jawa randu, marica, samosir, muara, kosta, gembrong, benggala, kacang, dan kambing peranakan etawa (PE). Sedangkan untuk domba (yang ada di Amerika) ada 2 tipe bangsa yaitu tipe Mutton type (tipe daging) contohnya lincoln, southdown, dorset, dan lain-lain, kedua domba Wool type (tipe wool) contohnya merino dan rambouillet. Adapun bangsa domba yang ada di Indonesia yaitu domba priangan (garut), domba ekor tipis, domba texel, dan lain-lain.

Proses penggemukan kambing/domba berdasarkan jenis kelamin yang baik adalah menggunakan jenis kelamin jantan (pejantan). Hal tersebut dikarenakan ada perbedaan pertumbuhan antara kambing/domba jantan dan betina. Pemilihan bakalan pejantan yang baik untuk digemukkan harus dengan kriteria memiliki badan yang panjang, tumit tinggi (depan maupun belakang), memiliki tubuh yang bersih serta terlihat mengkilap, tidak cacat.

Manajemen Perkandangan

Sistem perkandangan yang baik adalah yang mampu memberikan kenyamanan bagi ternak maupun peternak. Karena fungsi kandang merupakan sebagai rumah pertama bagi ternak dan sebagai rumah kedua bagi peternak. Selain itu fungsi kandang harus bisa mempermudah dalam proses pemberian pakan, serta mampu memberikan kemudahan dalam proses monitoring (pengawasan) terhadap ternak yang sakit atau sedang bunting,

Beberapa syarat dalam pembuatan kandang dalam proses penggemukan kambing ataupun domba adalah sebagai berikut:

  1. Diusahakan pembuatan kandang menghadap ke barat-timur agar ternak yang dipelihara mendapatkan sinar matahari yang cukup karena sinar matahari adalah syarat kesehatan ternak
  2. Kandang dibuat dengan bahan yang mudah didapatkan disekitar lokasi pembuatan kandang, bahan pembuat kandang harus kuat dan murah
  3. Lantai kandang dibuat sistem panggung agar kotoran tidak menempel pada bulu ternak
  4. Adanya ventilasi yang cukup agar perputaran udara dapat silih berganti
  5. memiliki ukuran yang sesuai dengan kebutuhan satuan ternak. Ukuran kandang ternak kambing/domba adalah 1 x 1,2 m/ 2 ekor (anak lepas sapih), 1,2 x 1,2 m/ ekor (jantan dewasa), 1 x 1,2 m (dara/betina dewasa) dan 1,5 x 1,5 m (induk+2 anak).

Manajemen Pemeliharaan Kambing/domba

Manajemen pemeliharaan disini yang akan dibahas adalah mengenai pemberian pakan dan minuman terhadap ternak kambing maupun domba. Karena dalam proses penggemukan pengeluaran biaya yang paling tinggi ada pada aspek pakannya. Oleh karena itu, pemberian pakan untuk ternak kambiing/domba diusahakan berasal dari bahan pakan yang tidak mempunyai daya saing dengan jenis ternak lainnya seperti unggas, babi, maupun jenis ternak lainnya yang tergolong ke dalam monogastrik.

Pemberian pakan terhadap kambing maupun domba tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dari segi kuantitas (jumlah), namun perlu diperhatikan juga kualitasnya. Secara umum, kambing dan domba adalah pemakan rumput. Akan tetapi, pemanfaatan limbah pertanian, serta limbah industri agro dapat menjadi pilihan yang tepat dalam pengembangan pakan pada proses penggemukan kambing maupun domba.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memanajemen pemberian pakan kambing/domba agar diperoleh produktivitas ternak yang maksimal dan cepat panen. Beberapa hal tersebut dapat dibaca pada artikel pakan ternak kambing/domba berkualitas tanpa selain fermentasi dan tanpa ngarit.

Manajemen Kesehatan

Manajemen kesehatan ternak tidak kalah penting dengan manajemen yang telah disebutkan di atas. Kesehatan ternak merupakan sebuah kunci kesuksesan dalam suatu usaha penggemukan ternak kambing maupun domba. Karena, dalam kondisi sehat ternak mampu mengolah perlakuan menjadi sebuah produktivitas yang maksimal.

Membahas mengenai kesehatan tidak lepas dari yang namanya penyakit. Berbagai penyakit ternak kambing/domba tidak berbeda jauh dari ternak-ternak lainnya. Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing maupun domba.

  1. Penyakit cacing
    Penyakit ini disebabkan oleh cacing gilig, cacing pita, dan cacing pipih yang terbawa oleh pakan terutama rumput.
    Gejala yang ditimbulkan berupa nafsu makan menurun, terlihat kurus, kotoran lembek dan bulu terlihat kusam.
    Pencegahan dapat dilakukan dengan cara tidak menggembala ternak pada pagi hari, saat ngarit potonglah rumput sekitar 2-3 cm di atas permukaan tanah dan jangan diberikan jika kondisi rumpuut masih berembun.
    Pengobatan tradisional dapat dilakukan dengan cara memberikandaun nanas yang sudah dikeringkan dan dihaluskan. Dosis pemberian 300 mg/1 kg BB. Pemberian dicampur dengan air biasa kemudian diminumkan pada ternak. ulangi selama 10 hari sekali (tidak disarankan pada ternak yang bunting).
    Pengobatan juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat pabrikan seperti albendazole, valbanzel.
  2. Penyakit scabies (kudis)
    Penyakit ini disebabkan oleh parasit Sarcoptes sp.
    Gejala
    yang timbul biasanya kulit terlihat merah dan menebal, gatal-gatal, badan sering digaruk-garukkan ke dinding kandang hingga bulu mengalami kerontokan, bagian tubuh yang sering diserang biasanya muka, telinga, dan leher
    Pengobatan biasanya bisa menggunakan oli motor ditambah dengan cuka 1 sendok makan dicampur 1 sendok makan belerang yang sudah dihaluskan dan 4 siung bawangmerah. semua bahan dicampur kemudian dioleskan pada kurap kambing. Obat medis yang sering diberikan biasanya menggunakan invernectin melalui suntik subcutan.
    Pencegahan dilakukan dengan cara isolasi ternak sakit
  3. Penyakit diare
    Penyakit ini disebabkan oleh pakan yang terlalu muda atau berjamur, bakteri, virus, maupun protozoa.
    Gejala yang dapat diamati adalah ternak terlihat lemas, kotoran menjadi encer, warna kotoran berwarna hijau gelap, terang, hingga kekuningan.
    Penanganan dengan cara isolasi ternak sakit
    Pengobatan dengan memberikan larutan oralit.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *