Petunjuk Cara Pemupukan Cabe Cepat Berbuah Hasil Melimpah

Pemupukan tanaman cabe
Pemupukan tanaman cabe

Cabe merupakan salah satu komoditi sayuran yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari- hari seperti memasak. Tanpa adanya cabai, mustahil suatu masakan memiliki rasa yang enak karena sejauh ini belum ada yang dapat menggantikan rasa pedas yang persis seperti pedasnya cabai. Menurut para pakar kesehatan, cabe mempunyai beberapa kelebihan di dunia medis diantaranya adalah membantu mengatasi penyakit jantung dan meningkatkan nafsu makan. Selain itu, cabe juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena cabe mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Keberhasilan suatu usaha menanam cabae sangat dipengaruhi oleh cara pemupukan cabe agar tumbuhan cabe dapat dengan cepat berbuah dan dapat menghasilkan buah cabai yang melimpah.

Penting untuk diketahui bahwa ada beberapa unsur hara yang terdapat di dalam tanah. Unsur hara tersebut terbagi menjadi unsur hara makro utama, unsur hara makro sekunder, dan unsur hara mikro.  Dari ketiga unsur hara tersebut memiliki manfaat yang berbeda-beda.

  1. Unsur hara makro utama
    Pada unsur hara ini terdiri atas unsur N (nitrogen), P (phosfat), dan K (kalium).
  2. Unsur hara makro sekunder
    Pada unsur hara ini terdiri atas Ca (calsium), Mg (magnesium), dan S (sulfur).
  3. Unsur hara mikro
    Pada unsur hara ini terdiri atas Fe(besi), Mn (mangan), Zn (seng), Cu (tembaga), B (boron), dan Mo (molibdenum)

Fungsi dari masing-masing unsur yang disebutkan di atas yaitu:

  1. Unsur N (nitrogen).
    Fungsinya adalah membantu pembentukan dan pertumbuhan daun, batang dan akar serta membantu proses fotosintesis. Gejala yang timbul akibat kekurangan unsur N adalah daun akan berubah warna menjadi kuning terutama daun tua. Apabila kelebihan unsur N ini maka akan mengalami keracunan (Kekurangan unsur K (kalium)).
  2. Unsur P (phosfor).
    Fungsinya adalah memacu pertumbuhan akar, mengangkut karbohidrat dari dalam tanah, dan membantu pertumbuhan bunga dan buah. Kekurangan unsur P dapat mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, ruas batang tanaman berukuran pendek, ujung dan tepi daun berwarna hitam, serta bagian tepi daun melengkung ke bawah terutama daun tua. Pemberian unsur P yang berlebih akan berdampak pada kekurangan unsur K (kalium).
  3. Unsur K (kalium)
    Fungsinya adalah memberikan ketahanan terhadap penyakit, dan memperbanyak serta memperpanjang perakaran sehingga penyerapan unsur hara dari dalam tanah maksimal. Kekurangan dari unsur K akan berakibat daun berwarna hijau keunguan daun berukuran kecil, tepi daun berwarna coklat dan terjadi rontok daun.
  4. Unsur Ca (calsium)
    Fungsinya adalah memperkuat dinding sel. Kekurangan unsur ini dapat berakibat pada ujung akar yang lemah dan perakaran tidak dapat berkembang. Kelebihan pemberian unsur Ca akan berakibat pada kekurangan unsur Fe (besi).
  5. Unsur Mg (mangnesium)
    Kegunaannya adalah sebagai bahan utama dalam pembentukan klorofil. Gejala yang timbul akibat kekurangan unsur ini yaitu timbul bercak kuning keputihan pada daun tua. Kelebihan pemberian unsur Mg dapat berakibat pada kekurangan unsur Ca.
  6. Unsur S (sulfur)
    Fungsinya adalah sebagai bahan pembentukkan sel, oragn dan jaringan. Unsur S juga berperan sebagai bagian dari protein. Gejala yang akan timbul akibat kekurangan unsur ini adalah daun berubah menjadi kuning terutamapada daun yang sudah tua.
  7. Unsur Fe (besi)
    Fungsinya sama seperti unsur Mg (magnesium) yaitu bahan pembentukan klorofil. Gejala yang timbul akibat kekurangan unsur Fe ini tepi daun muda akan berubah menjadi kuning
  8. Unsur Mn (mangan)
    Fungsinya masih sama yaitu sebagai pembentuk klorofil. Apabila kekurangan unsur Mg (mangan) pertumbuhan tanaman cabe akan terhambat, daun menguning dan kekurangan unsur Fe.
  9. Unsur Zn (seng)
    Fungsinya adalah membantu dalam proses pembentukan hormon. Tanaman cabe yang mengalami kekurangan unsur ini akan memiliki daun yang kecil dan ruas tanaman berukuran pendek.
  10. unsur Cu (tembaga)
    Fungsinya adalah sebagai pembentuk enzim. Tanaman cabe yang mengalami kekurangan unsur ini akan memiliki daun muda yang berwarna hijau gelap, pertumbuhan yang terhambat, dan akan kekurangan unsur Fe (besi)
  11. Uncur B (boron)
    Fungsinya sebagai penghantar karbohidrat dari dalam tanah. Tanaman cabe yang mengalami kekurangan unsur ini akan ditandai dengan daun yang mudah menguning dan mengering.
  12. Unsur Mo (molibdenum)
    Fungsinya sebagai transportasi elektron dalam wujud nitrat ke amonium. Tanaman cabe yang mengalami kekurangan unsur ini akan memiliki cici-ciri  daun berubah menjadi kuning secara perlahan.

Ingat!. Cara pemupukan tanaman cabe agar cepat berbuah dan dan mendapatkan hasil yang melimpah sangat tergantung dari jenis pupuk yang disesuaikan dengan unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan cabe. Pada dasarnya, cara pemupukan cabe ada 2 proses. Pertama proses pemupukan awal, dan yang kedua proses pemupukan susulan.

  1. Pemupukan awal
    Proses pemupukan awal sering disebut denga pemupukan dasar. Proses ini biasanya dilakukan pada tanaman cabe umur 1 minggu sebelum penanaman. Pupuk yang digunakan biasanya menggunakan pupuk kandang dengan dosis 5000 kg/ha. Akan lebih baik jika pemupukan awal antara pupuk kandang dicampur menggunakan pupuk dolomit. Cara pemupukan tanaman cabe fase awal ini dilakukan sebelum pemasangan plastik mulsa.
  2. Pemupukan susulan
    Proses pemupukan susulan atau pemupukan lanjutan dilakukan pada umur 10-15 hari, 30-35 hari, dan 40-45 hari setelah penanaman tanaman cabe. Dosis yang diberikan pada proses pemupukan susulan ini biasanya menggunakan dosis sepertiga setelah tanam.
Cara pemupukan cabe adalah sebagai berikut:
  1. Membuat lubang di samping pangkal tanaman dengan jarak sekitar 7-8 cm menggunakan tugal
  2. Memasukkan pupuk ke dalam lubang yang sudah dibuat disamping tanaman cabe kemudian menimbunnya dengan tanah
  3. Penyiraman menggunakan pupuk urea yang sudah dilarutkan menggunakan air maksimal 8-10 kg/1.500 meter persegi. Penyiraman dilakukan disamping tanaman cabe

Bagaimana jika pupuk yang digunakan adalah pupuk buatan sendiri agar meminimalisir biaya produksi?. Lalu bagaimana cara membuat pupuk tersebut?.

Cara membuat pupuk buatan sendiri untuk meminimalisir biaya produksi cukup terbilang mudah. Berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh para petani adalah dengan membuat pupuk organik.  Alasan menggunakan pupuk organik agar buah cabe yang dihasilkan tidak terkontaminasi dengan bahan kimia yang tercampur dengan pupuk-pupuk yang disediakan di toko pertanian. Langkah pembuatan pupuknya adalah sebagai berikut:

  1. Sesuai dengan namanya (pupuk organik), maka langkah pertama dalam pembuatan pupuk ini adalah dengan mengumpulkan sampah-sampah organik seperti daun daunan, limbah rumah tangga atau dengan menggunakan jerami padi.
  2. Menyiapkan wadah yang tahan terhadap tingkat kelembaban yang tinggi agar memiliki ketahanan terhadap bahan yang sedang dibuat sebagai pupuk organik. Wadah bisa menggunkan drum, ember, atau yang lainnya.
  3. Masukkan bahan pupuk organik yang sudah disiapan ke dalam wadah kemudian disiram menggunakan bioaktivator seperti EM4 kemudian timbun menggunakan tanah setebal 4-5 cm. Lakukan cara poin 3 ini hingga berlapis-lapis. Tujuan pemberian aktivator ialah agar bahan pupuk organik cepat membusuk.
  4. Wadah ditutup menggunakan plastik atau tutup wadah yang sudah tersedia serapat mungkin agar proses pembusukan bahan pupuk organik cepat terurai. Selain itu, tujuan penutupan ialah agar terhindar dari tikus dan atau hewan pengganggu lainnya.
  5. Selama proses pembusukan, simpanlah ditempat yang aman dari jangkauan anak-anak dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Kesimpulan yang dapat diambil dari petunjuk cara pemupukan cabe agar cepat berbuah dan menghasilkan buah cabe yang melimpah di atas adalah pemupukan disesuaikan dengan umur tanaman cabe dan jenis pupuk yang digunakan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *