Cara Menghitung Bunga Deposito, Inilah Contohnya.

Cara menghitung bunga deposito
Cara menghitung bunga deposito, Sumber: bisnis.liputan6.com

Cara menghitung bunga deposito menjadi hal yang penting untuk diketahui terlebih dahulu sebelum anda memutuskan bergabung dengan salah satu bank dan memiliki rekening deposito. Karena, deposito merupakan sebuah simpanan (tabungan) yang disediakan oleh lembaga keuangan yang pencairannya hanya dilakukan pada jangka waktu tertentu (setelah jangka waktu berakhir) dan syarat syarat tertentu berdasarkan kesepakatan dengan pihak lembaga keuangan (bank). Bagi anda yang bergerak dibidang usaha atau berprofesi sebagai pegawai namun berkeinginan untuk investasi, anda dapat menjadi investor deposito karena investasi ini mudah untuk dilakukan dan resikonya sangat kecil. Sebagai investor, anda tidak perlu stres untuk memikirkan tren seperti halnya melakukan investasi sebuah saham. Apalagi, anda bisa dapat bunga yang cukup tinggi dari investasi deposito.

Manfaat atau Keuntungan Deposito

Apabila anda masih bingung atau takut dengan tabungan deposito, berikut adalah beberapa keuntungan yang nantinya anda dapatkan apabila anda menabung di deposito.

  1. Tabungan dapat dijadikan sebagai jaminan kredit,
  2. Tingkat suku bunga yang diperoleh jauh lebih tinggi dari jenis tabungan lainnya,
  3. Dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (syarat & ketentuan berlaku)
  4. Anda dapat mengelola keuangan secara lebih terencana.

Jenis-jenis Deposito

Tabungan deposito terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. Deposito berjangka,
  2. Sertifikat deposito.

Dari kedua jenis deposito di atas, masing-masing memiliki perbedaan. Deposito berjangka memiliki jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 hingga 24 bulan. Deposito jenis ini diterbitkan dengan mencantumkan nama pemilik deposito. Bunga yang dibayarkan dapat dilakukan secara tunai maupun non tunai (pemindahbukuan) setiap bulan atau setelah jatuh tempo (sesuai dengan yang berlaku di masing-masing bank.). Kepada setiap deposan dengan nominal deposito tertentu akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) dari bunga yang diterimanya. Pencairan akan dikenakan denda apabila dilakukan sebelum jatuh tempo umumnya.

Sertifikat deposito merupakan simpanan (tabungan) dengan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan. Deposito jenis ini diterbitkan dalam bentuk sertifikat, tanpa mencantumkan nama pemilik deposito.  Oleh karenanya, Sertifikat Deposito dapat diperjualbelikan kepada pihak lain baik perorangan ataupun lembaga. Pembayaran bunga Sertifikat Deposito dapat dilakukan seperti halnya pembayaran bunga pada Deposito berjangka.

Cara menghitung bunga deposito harus memperhatikan 3 hal berikut.

  1. Jumlah setoran awal pembukaan rekening,
  2. Nilai suku bunga yang ditawarkan,
  3. Pajak bunga deposito

Jumlah setoran awal pembukaan rekening Deposito

Kita semua tahu bahwa di Indonesia terdapat berbagai jenis bank baik itu bank milik negara (BUMN), bank swasta dan bank asing. Masing-masing bank pastinya memiliki peraturan tersendiri dalam melayani pelanggannya. Dari sekian banyak bank yang ada, umumnya pendanaan minimal yang dibutuhkan dalam pembuatan rekening Deposito berkisar antara 1 juta sampai dengan 10 juta. Namun, pendanaan 1 juta hanya berlaku apabila dilakukan melalui e-banking pada Bank Mandiri. Untuk batas maksimal pendanaan pembuatan rekening Deposito sebaiknya diusahakan agar anda mendapat perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Syaratnya, saldo uang yang disimpan dalam tabungan tidak melebihi batas jaminan LPS yaitu sebesar Rp2 miliar dan juga bunga simpanan deposito tidak melebihi suku bunga penjaminan.

[table “9” not found /]

Nilai suku bunga yang ditawarkan

Salah satu daya tarik tabungan deposito adalah pada suku bunga yang ditawarkan. Suku bunga deposito lebih tinggi dibandingkan jenis tabungan yang lainnya. Oleh karenanya, setoran awal tabungan deposito jauh lebih besar jika dibandingkan dengan tabungan lainnya dimana setoran awal dapat dilakukan dengan jumlah kecil. Besarnya deposit awal tergantung pada kebijakan masing-masing bank.

Sebagai contoh, Kami ambil perbedaan antara suku bunga deposito yang ditawarkan oleh bank BNI (BUMN) dan bank BNI Syariah (bank swasta). Pada bank BNI (BUMN) jumlah minimal yang ditawarkan dengan jangka waktu 1 bulan dan besar tiering saldo <100 juta diberikan tingkat suku bunga sebesar 4.25%, sedangkan untuk jangka waktu 24 bulan (2 tahun) diberikan tingkat suku bunga sebesar 4,50%.

[table “10” not found /]

Berbeda dengan BNI Syariah (Bank Swasta) yang memberikan suku bunga lebih besar yaitu 46% dengan jangka waktu 1 bulan dan 50% dengan jangka waktu 1 tahun saja. Untuk bank syariah BNI, setoran awal minimal 1 juta rupiah.

[table “11” not found /]

Kesamaan dari kedua lembaga keuangan tersebut ialah sama-sama menyediakan fasilitas ARO (Automatic Roll Over) yang berarti akan dilakukan perpanjangan otomatis jika deposito jatuh tempo belum dicairkan.

Pajak Bunga Deposito

Saat anda sudah memiliki rekening deposito, otomatis anda akan mendapat keuntungan dari besarnya bunga yang anda sepakati bersama pihak bank. Namun, keuntungan anda akan dikenakan Panajk atau yang sering disebut dengan Pajak Penghasilan (PPh). Keputusan tersebut sudah diatur dalam PP 131 Tahun 2000.KMK 51/KMK.04/2001 (berlaku sejak 1 Januari  2001) mengenai pemotongan atau pembayaran pajak atau penghasilan (PPh) atas bunga deposito, tabungan  dan diskonto SBI.

Cara Menghitung Bunga Deposito, Inilah Contohnya.

Setelah anda memahami beberapa uraian di atas, kini akan dibahas mengenai bagaimana langkah menghitung bunga deposito yang nantinya akan anda peroleh. Singkatnya, anda harus benar-benar memantapkan terlebih dahulu jangka waktu dan menentukan berapa jumlah setoran awal anda saat membuka rekening deposito.

Sebagai contoh, perhatikan 2 kasus sederhana berikut. Silahkan anda bisa lihat kembali (tabel di atas) pada Bank BNI (BUMN). Pada tabel di atas, disebutkan bahwa:

  1. Anda akan membayar PPh sebesar 5,00% (ketetapan bank) per tahun (12 bulan) ketika anda memilih tabungan deposito sebanyak Rp 50 juta.
  2. Anda akan membayar PPh sebesar 4,75% (ketetapan bank) per 2 tahun (24 bulan) ketika anda memilih tabungan deposito sebanyak Rp 20 juta.

Perhitungan bunga deposito soal No. 1.

Bunga per tahun = Rp 50.000.000,- x 5% = Rp 2.500.000,-

Bunga per bulan = Rp 5.000.000,- : 12 bulan = Rp 208.333,-

Pajak bunga per bulan = Rp 208.333,- x 20% = Rp 41.667,-

Pajak bunga per tahun = Rp 41.667,- x 12 bulan = Rp 500.004,-

Perhitungan bunga deposito soal No. 2.

Bunga per tahun = Rp 20.000.000,- x 4,75% = Rp 950.000,-

Bunga per bulan = Rp 950.000,- : 12 bulan = Rp 79.167,-

Pajak bunga per bulan = Rp 79.167,- x 20% = Rp 15.833,-

Pajak bunga per tahun = Rp 15.833,- x 12 bulan = Rp 190.000,-

Kesimpulan

Berdasarkan cara menghitung bunga deposito di atas, anda dapat melihat bahwasanya semakin besar bunga deposito maka semakin tinggi pajak yang harus dibayarkan. Namun, apabila jumlah tabungan anda semakin tinggi, makan tingkat suku bunga juga akan tinggi.

Sekarang, anda perlu melakukan hitungan suku bunga untuk deposito sejumlah Rp 50 juta.

  • Suku bunga per bulan = Rp 208.333,- – Rp 41.667,- = Rp 166.666,-
  • Suku bunga per tahun = Rp 2.500.000,- – Rp 500.004,- = Rp 1.999.996,-

Sedangkan untuk suku bunga tabungan sebesar Rp 20 juta.

  • Suku bunga per bulan = Rp 79.167,- – Rp 15.833,- = Rp 63.334,-
  • Suku bunga per tahun = Rp 950.000,- – Rp 190.000,- = Rp 760.000,-

Mungkin anda sangat tidak suka dengan kebijakan atas pembayaran pajak yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan. Tapi anda jangan khawatir. Ada satu cara untuk terhindar dari pembayaran pajak yaitu anda direkomendasikan untuk mencari bank yang mau menerima simpanan kurang dari sama dengan Rp 7,5 juta.

Itulah informasi mengenai cara menghitung bunga deposito yang dapat kami sampaikan. Semoga deposito Anda bermanfaat dengan menghasilkan keuntungan dan kesejahteraan bagi kebutuhan hidup anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *