16 Cara Budidaya Kubis Bagi Pemula, Praktis Dan Mudah Dilakukan

Budidaya Kubis
Budidaya Kubis

Kubis atau kol merupakan jenis sayuran yang memiliki bentuk berlapis yang masih memiliki keterkaitan dengan sayuran brokoli, kembang kol, dan juga kubis brussel. Kubis juga sangat cocok di tanam di wilayah beriklim tropis seperti di Indonesia. Namun, akhir-akhir ini ketersediaan kubis belum sepenuhnya mencukupi permintaan mayarakat. Oleh karena itu budidaya kubis menjadi salah satu jenis usaha yang menjanjikan untuk dijalani.

Ketika kita melakukan budidaya kubis tentunya kita menginginkan produk yang aman konsumsi, berkualitas baik, berdaya saing tinggi, dan ramah lingkungan. Selain itu, budidaya kubis yang kita lakukan pun harus sesuai target yang kita rencanakan sebelum proses pembudidayaan.

Direktorat Jenderal Hortikultura pada tahun 2009 telah membuat suatu target yang ditujukan kepada para petani nasional. Target produksi kubis tersebut ialah:

  • Ukuran kubis berkisar antara 1-2 kg/kubis atau disesuaikan dengan permintaan pasar per wilayah.
  • Bentuk kubis sesuai dengan deskripsi varietas yang dibudidayakan.
  • Tidak ditemukan cacat dan tidak terkontaminasi oleh benda lain maupun residu pestisida yang diberikan selama proses budidaya
  • Memiliki ukuran seragam (toleransi di luar standar keseragaman 15%)
  • Memiliki bentuk seragam (toleransi di luar standar keseragaman 5%)

Prosedur Budidaya Kubis

Untuk mencapai target yang sudah ditentukan tersebut di atas, ada berbagai langkah standar operasional yang harus kita lakukan.

#1. Penentuan Lokasi Budidaya Kubis

Penentuan lokasi merupakan langkah pertama yang penting dilakukan sebagai acuan keberlangsungan hidup tanaman kubis. Apabila kita salah dalam memilih lokasi, akan ada kemungkinan tanaman kubis yang kita tanam akan terserang banyak gangguan misalnya busukdan sebagainya.

Langkah penentuan lokasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal berikut.

  • Melakukan pengamatan riwayat penggunaan lahan
  • pengamatan kondisi tanah dengan kadar pH sekitar 5,5-6,5, suhu udara 20-30 derajat celcius, kelembaban 60-90%, kemiringan lahan<30% serta terbebas dari pencemaran.
  • lahan tidak bermasalah, artinya tidak digunakan sebagai pembangunan atau infrastruktur lainnya.

#2. Pembersihan Lahan Budidaya Kubis

Setelah penentuan lokasi budidaya kubis dilakukan, langkah selanjutnya yang akan kita lakukan adalah pembersihan lahan.

Lahan yang akan kita gunakan sebaiknya dibersihkan dari berbagai tanaman pengganggu maupun dari sampah lainnya. setelah lahan dibersihkan, selanjutnya lahan (tanah) digemburkan dengan kedalaman 30-40 cm lalu dikeringkan selama 1 minggu.

#3. Persiapan Lahan Budidaya Kubis

Persiapan lahan budidaya kubis sebenarnya sama saja dengan persiapan lahan untuk budidaya cabai, yaitu dilakukan dengan cara:

  • Lahan dibuat guludan dengan lebar 1-1,5 meter, kemudian diberi pupuk kandang atau pupuk organik lalu diratakan.
  • Apabila pH tanah < 5, berilah kapur dengan dosis 3-4 ton/hektar
  • Tutup guludan menggunakan plastik mulsa.
  • Buat lubang pada plastik mulsa sebagai media tanam bibit kubis. Jarak antar lubang tanam sekitar 60-70 cm.
  • Jarak antar guludan 75 cm dengan kedalaman 40-50 cm sebagai parit.

#4. Persiapan Pupuk (Kandang/Organik)

Setelah mempersiapkan lahan, selanjutnya kita mempersiapkan pupuk untuk diberikan selama proses budidaya. Pupuk yang kita gunakan berupa pupuk organik, pupuk kandang. dan arang seka. Ketiga bahan tersebut dicampur menjadi satudengan perbandingan masing-masing 500 kg : 400 kg : 100 kg.

Campuran yang sudah kita buat di atas selanjutnya disiram menggunakan dekomposer yang telah dicampur molase dengan konsentrasi 10 ml/liter molase.

Campuran dibiarkan selama 30 hari. Setiap seminggu sekali dilakukan pengadukan.

Campuran ditumpuk setinggi 65 cm  kemudian ditutup menggunakan plastik atau terpal. Disarankan pembuatan pupuk dilakukan 2 bulan sebelum melakukan proses penanaman.

#5. Persiapan Benih Kubis

Benih kubis yang akan dibudidayakan sebaiknya berasal dari pusat pembibitan tanaman. Namun jika tidak ada pusat pembenihan di daerah kita, benih kubis dapat diperoleh di toko pertanian terdekat.

Benih kubis yang akan dibudidayakan harus memiliki kualitas unggul dan terdaftar oleh badan pembibitan nasional. Tips saat memilih benih yaitu dengan cara memperhatikan keutuhan kemasan dan tanggal kadaluarsa pada kemasan. Karena sekarang ini banyak sekali pemalsuan bibit bermutu tinggi namun hasilnya tidak seperti yang kita harapkan.

#6. Persemaian

Persemaian bibit atau benih kubis dilakukan dengan cara:

  • Membuat kotak dari papan kayu, kemudian diisi dengan tanah yang sudah dicampur pupuk dengan rasio 2:1.
  • Benih kubis direndam dengan menggunakan air hangat yang sudah dicampur ekstrak kunyit dan bawang putih selama 20 menit.
  • Tiriskan benih kubis selama  1 malam menggunakan kain.
  • Benih kubis siap ditabur di atas media semai.

#7. Pemindahan Benih

Langkah pemindahan benih kubis adalah sebagai berikut:

  • Persiapkan koker (kotak yang terbuat dari daun pisang) dengan ukuran diameter 3-4 cm dan tinggi 4-5 cm.
  • Isi koker tersebut dengan tanah dan pupuk organik perbandingan 2:1.
  • Benih dicabut dari media persemaian kemudian pindahkan pada koker. Kemudian biarkan benih selama 2 minggu.
  • Lakukan penyiraman setiap hari.

#8. Penanaman

Proses penanaman dilakukan pada lubang yang sudah kita buat sebelumnya pada bedengan yang sudah tertutup plastik mulsa. Diusahakan kedalaman lubang tanam sekitar 20 cm. Sebelum dilakukan penanaman, lubang diberi pupuk organik

Proses penanaman dilakukan dengan cara memindah tanaman dari koker ke lahan yang sudah disiapkan pada pagi atau sore hari. Tujuannya agar terik matahari tidak terlalu panas terhadap kondisi tanah yang akan kita tanam.

#9. Penyulaman

Penyulaman pada proses budidaya kubis dilakukan terhadap kondisi tanaman yang sudah mati ataupun terkena Organisme Penyakit Tanaman (OPT).

Proses penyulaman dilakukan 10 Hari setelah tanam (HST) pada waktu pagi atau sore agar tanaman pengganti tidak mudah layu akibat terik sinar matahari.

#10. Penyiraman

Proses penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari dengan menggunakan air bersih yang bersumber dari sumur buatan maupun air yang bersumber dari sungai. proses penyiraman ini baiknya dilakukan setiap hari agar kondisi tanah tetap terjaga kesuburannya.

Saat musim penghujan, intensitas penyiraman dikurangi. Hanya dilakukan pada pagi hari untuk membuang air embun yang menempel pada daun tanaman kubis.

#11. Pemupukan

Pemupukan yang dilakukan disini adalah pemupukan susulan. Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 2 kali.

Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman kubis berumur 10-14 HST sedangkan pemupukan susulan kedua dilakukan saat tanaman kubis berumur 25-30 HST.

Pupuk yang digunakan sebagai proses pemupukan susulan adalah pupuk NPK atau bisa juga menggunakan pupuk organik.

Perlu di ingat, sebelum kita melakukan proses pemupukan, sebaiknya kondisi air di sekitar tanaman dikosongkan selama 1 hari. Tujuannya agar kinerja dari pupuk yang kita berikan dapat bekerja secara optimal

#12. Penyiangan

Pada proses ini hal yang harus kita lakukan adalah membuang tanaman pengganggu seperti gulma atau rumput liar serta membuang tanaman kubis yang pertumbuhannya terganggu. Misalnya daun yang menguning atau busuk, daun yang terserang serangga, dan lain sebagainya.

#13. Pendangiran

Pendangiran dalam proses budidaya kubis merupakan suatu proses menggemburkan dan meninggikan posisi tanah disekitar tanaman kubis. Tujuannya adalah agar tanaman kubis tidak tercabut dengan sendirinya akibat percikan air hujan maupun akibat dari proses penanganan kita seperti proses pemupukan. Pendangiran ini dilakukan pada hari ke 40-50 HST.

#14. Perlindungan Tanaman Kubis

Perlindungan tanaman kubis sama sajs dengan proses pencegahan penyakit tanaman atau yang sering kita sebut dengan OPT. Pada proses perlindungan tanaman ini sebaiknya kita lakukan secara berkala dan dapat kita lakukan secara mekanis maupun kultur teknis.

Ketika melakukan perlindungan tanaman, dahulukanlah penggunaan pestisida nabati terlebih dahulu daripada pestisida kimia. Prosedur perlindungan tanaman kubis dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan pestisida secara selektif. Artinya kita melakukan penyemprotan saat tanaman kubis terkena OPT.

Pemilihan pestisida harus selektif yaitu dengan cara melihat daftar pestisida yang dianjurkan untuk tanaman kubis. Penggunaan pestisida dapat kita lihat pada label kemasan agar tidak terjadi over dosis dan pembuangan bekas kemasan pestisida buanglah pada tempat yang sudah disediakan agar tidak terjadi pencemaran terhadap manusia.

#15. Panen Kubis

Proses panen dalam budidaya kubis dilakukan setelah tanaman kubis berumur 3 bulan. Cara pemanenan kubis yaitu dengan menggunakan pisau tajam. Diusahakan ketika kita memotong kubis harus terhindar dari benturan karena jika terjadi benturan, akan terjadi kemungkinan kubis yang dipanen tidak bertahan lama dan membusuk.

Hasil panen diletakkan di tempat yang bersih dan terlindung.

#16. Pasca Panen

Pasca panen menjadi salah satu komponen penting dalam proses budidaya kubis karena pasca panen akan menentukan kualitas dari produk tanaman yang kita pelihara.

Proses pasca panen dilakukan dengan cara sortasi produk dibawah standar, grading atau pengkelasan sesuai dengan mutu suatu produk, serta pengemasan sesuai permintaan dan target pemasaran.

Kesimpulan Budidaya Kubis

Berdasarkan dari beberapa prosedur budidaya kubis yang telah disebutkan di atas, perlu kita ingat kembali bahwa tujuan utama suatu budidaya yang bergerak di bidang pangan adalah menciptakan produk yang aman konsumsi, berkualitas baik, berdaya saing tinggi, dan ramah lingkungan. Disamping itu, jangan lupa juga terkait dengan biaya yang kita keluarkan agar memperoleh keuntungan yang melimpah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *