Cara Budidaya Jamur Tiram Sederhana Di Rumah Untuk Pemula.

Cara Budidaya Jamur Tiram Sederhana Di Rumah Untuk Pemula
Cara Budidaya Jamur Tiram Sederhana Di Rumah Untuk Pemula

Cara Budidaya Jamur Tiram Sederhana Di Rumah sekarang banyak dicari-cari oleh para pebisnis pemula maupun yang sudah profesional. Jamur tiram (Pleurotus sp.) merupakan jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam kategori sayuran yang memiliki ekonomis tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan dalam skala komersial. Di Indonesia, budidaya jamur tiram masih memiliki prospek yang menjanjikan untuk masa yang akan datang.

Jamur tiram memang masih jarang dibudidayakan. Hal tersebut ditandai dengan masih kurangnya pasokan jamur tiram di beberapa tempat rumah makan ataupun pedagang kaki lima (PKL) yang menyediakan menu jamur tiram crispy dan sebagainya. Oleh karena itu, membudidayakan jamur tiram merupakan langkah yang cocok sebagai bisnis sampingan bagi pelajar, mahasiswa, PNS, ibu rumah tangga, serta pensiunan atau pengangguran. Karena budidaya jamur tiram dapat dilakukan di rumah sendiri.

Kondisi cuaca di Indonesia yang beriklim tropis menjadi kendala utama dalam proses budidaya jamur tiram karena pertumbuhan jamur tiram sangat tergantung dari faktor fisik lingkungan seperti suhu, kelembaban serta cahaya. Mengatasi hal tersebut, maka diperlukan suatu proses budidaya jamur tiram yang sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP) yang baik terutama budidaya jamur tiram di rumah.

Cara Budidaya Jamur Tiram Sederhana Di Rumah

Berbagai upaya yang dapat dilakukan agar tanaman jamur tiram tumbuh dengan baik adalah dengan cara pengaturan aerasi. Aerasi merupakan langkah dalam menjaga ketersediaan oksigen dan membuang karbondioksida serta pengaturan cahaya yang sedikit untuk pertumbuhan tanaman jamur. Selain aerasi, pengaturan iklim mikro juga menjadi hal penting dalam suatu proses budidaya jamur tiram. Berikut adalah cara budidaya jamur tiram sederhana di rumah yang dapat kalian lakukan.

#1. Pemilihan Lokasi

Dalam menentukan suatu lokasi kalian harus benar-benar teliti terhadap iklim mikro disekitar lingkungan kalian. Tujuannya adalah agar Jamur tiram yang dihasilkan nantinya dapat sesuai dengan persyaratan tumbuh jamur tiram.

Syarat pokok dalam penentuan lokasi ialah:

  • Ketinggian tempat. Diusahakan ketinggian tempat yang akan digunakan dalam proses budidaya jamur tiram berkisar antara 600 – 1.200 Mdpl
  •  Suhu udara berkisar antara 20-30 derajat selsius
  • Dekat dengan sumber bahan baku media tanam
  • Dekat dengan jalan raya agar mempermudah keluar-masuk transportasi
  • Tersedia sumber air yang melimpah

#2. Pembuatan Kubung

Kubung merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya jamur tiram. Di dalam kubung tersebut terdapat susunan rak sebagai tempat bag log media tanam. Kubung dibuat dengan menyesuaikan ukuran lahan yang sudah dipilih.

Syarat pokok dalam proses pembuatan kubung saat melakukan suatu cara budidaya jamur tiram sederhana di rumah adalah sebagai berikut:

  • Buatlah kubung sedemikian rupa yaitu seperti menyerupai rumah sendiri namun hanya terdapat 1 ruang di dalamnya.
  • Buat rak dengan ukuran panjang berdasarkan lahan yang ada, Lebar 50 cm, dan tingginya 3 meter.
  • Susunlah rak-rak dengan jarak 60 cm (biasanya terisi 4-5 bag log)
  • Jarak antar rak sekitar 70 cm.
  • Susunan bag log disesuaikan dengan kelembaban lokasi. Apabila kelembaban tinggi, susunlah bag-log secara horizontal. Apabila kelembaban rendah, usunlah bag-log secara vertikal.
  • Jarak antara lantai dengan rak pertama 20 cm.

#3. Pembuatan Media Tanam/Substrat Jamur Tiram

Ada 6 cara dalam proses pembuatan media tanam (substrat) jamur tiram ketika melakukan suatu cara budidaya jamur tiram di rumah. Berikut adalah penjelasannya.

a. Pengayakan

Pengayakan dilakukan untuk memisahkan serbuk gergaji ukuran besar dengan serbuk gergaji ukuran kecil dengan menggunakan ayakan yang terbuat dari kawat stream berukuran kecil. Tujuan dari proses pengayakan ini adalah agar mendapatkan kepadatan bag-log tanpa adanya kerusakan pada plastik. Serbuk gergaji yang dipakai dalam pembuatan media tanam jamur tiram menggunakan serbuk gergaji yang berasal dari pohon berdaun lebar serta tidak bergetah seperti pohon rambutan, pohon mirah, pohon alabasia, pohon jati, dan sebagainya.

b. Pencampuran

Pencampuran dilakukan dengan mencampur serbuk gergaji dengan dedak, kapur, dan gips dengan takaran masing-masing bahan adalah 100 kg serbuk gergaji, 12 kg dedak padi, 3 kg kapur, dan 1 kg gips. Tujuan penambahan bahan-bahan tersebut yaitu untuk menyediakan unsur hara selama proses pertumbuhan dan perkembangan hingga siap untuk dipanen. Perlu banyak kalian ketahui tentang cara budidaya jamur tiran sederhana dirumah juga tetap memperhatikan pH yang dihasilkan selama proses pencampuran 6-7. Tambahkan juga air bersih dengan kadar 60-65% yang ditandai dengan campuran serbuk apabila dikepal aka keluar air 1 tetes.

c. Pemeraman

Pemeraman dilakukan pada serbuk gergaji setelah dilakukan pencampuran pada proses sebelumnya. langah Pemeraman ini dilakukan selama 1 malam dengan cara menutup campuran serbuk gergaji menggunakan plastik ataupun terpal . Tujuan pemeraman adalah supaya campuran serbuk gergaji terurai secara maksimal oleh bantuan mikroba sehingga pertumbuhan dan perkembangan  jamur tiram menjadi lebih baik.

d. Pengisian Media Ke Kantung Plastik (Bag-Log)

Sesuai dengan namanya yaitu bag-log atau tas kayu, proses pengisian serbuk gergaji dibuat persis seperti bentuk kayu aslinya. Cara pengisian serbuk gergaji dengan menggunanak plastik polipropilen (PP) dan dibuat dengan kepadatan tertentu. Kantong plastik polipropilen (PP) yang digunakan berukuran 10-30 cm dan diberi cincin pada bagian mulut plastik dengan menggunakan potongan paralon sehingga menyerupai bentuk botol.

e. Sterilisasi

Maksud dari sterilisasi disini adalah proses yang dilakukan untuk menonaktifkan mikroba patogen atau mikroba pengganggu pertumbuhan jamur tiram. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara pengukusan serbuk gergaji menggunakan drum minyak pada suhu 75 derajat celcius selama 12 jam. Sedangkan proses sterilisasi menggunakan autoclave dilakukan untuk sterilisasi plastik bag-log pada suhu 120 derajat celcius selama 4 jam. Sterilisasi dalam cara budidaya jamur tiram perlu? tentu perlu. Jangan abaikan hal ini.

f. Pendinginan

Setelah proses sterilisasi, langkah selanjutnya adalah pendinginan media tanam. Pendinginan dilakukan selama kurang lebih 8-12 jam (hingga suhu bag log mencapai 30-35 derajat celcius) sebelum media tanam dilakukan proses inakulasi atau penanaman. Tujuan dari proses pendinginan ini adalah untuk menghindari kematian bibit saat melakukan inokulasi.

#4. Penanaman (Inokulasi) Bibit Jamur Tiram

Cara budidaya jamur tiram sederhana di rumah yang harus dilakukan selanjutnya adalah proses penanaman bibit jamur tiram. Cara pembuatan bibit jamur tiram yaitu dengan cara memindahkan sebagian kecil miselia jamur ke dalam baglog yang sudah disediakan sedemikian rupa. Miselia merupakan bagian dari jamur yang dibentuk oleh sekumpulan beberapa hifa. Sedangkan hifa adalah bagian-bagian struktural dari tubuh jamur yang berbentuk seperti banang panjang dan ramping yg berkembang dari perkecambahan spora.

Cara pembuatan serta penanaman bibit jamur tiram adalah sebagai berikut:

  • Lakukan pada ruangan yang bersihdan steril.
  • Cuci tangan menggunakan alkohol agar steril.
  • Sterilkan spatula dengan alkohol kemudian atau bisa juga dengan cara direbus atau dibakar
  • Buka penutup kapas pada bag log.
  • Lubangi media tanam dengan kayu yang steril dan sudah diruncingkan.
  • Ambil bibit jamur tiram (misela) kurang lebih 1 sdt lalu masukkan ke dalam media tanam yang sudah dilubangi menggunakan kayu.
  • Setelah bibit jamur tiram dimasukkan, tutup kembali bag log menggunakan kapas.

#5. Inkubasi

Inkubasi merupakan proses penempatan atau pemeraman media tanaman yang sudah dilakukan inokulasi atau penanaman bibit jamur tiram ke dalam ruangan yang tertutup dan lembab agar pertumbuhan misela dapat tumbuh secara serempak.

Syarat pokok dalam proses inkubasi yaitu:

  • Kondisi ruangan diusahakan berkisar antara 28-30 derajat celcius.
  • kelembaban ruangan diusahakan berkisar antara 50-60%.
  • Lakukan proses inkubasi selama 30 hari.
  • Setelah 1 minggu masa inkubasi apabila tidak jadi perubahan warna putih merata pada bag log sebagai tanda tumbuhnya misela jamur tira, lebih baik diganti atau dimusnahkan.

Cara yang harus dilakukan dalam proses inkubasi adalah sebagai berikut:

  • Baglog atau media tanam diletakkan pada rak dalam kubungan yang disusun ke atas secara selang-seling.
  • Tutuplah kubung untuk menghindari cahaya matahari secara langsung.
  • Usahakan suhu ruangan dalam kubung sekitar 28-30 derajat celcius

#6. Produksi Jamur Tiram

Produksi jamur tiram ketika melakukan cara budidaya jamur tiram sederhana di rumah dapat dilakukan dengan metode berikut:

  • Kondisikan agar suhu dan kelembaban serta pencahayaan minim selalu terjaga setiap hari.
  • Selama 4-7 hari setelah tutup baglog dibuk, sedikit demi sedikit akan muncul primordia (gerombolan) jamur tiram
  • Cabutlah primordia jamur yang tidak dapat berkembang.

#7. Penyiraman

Penyemprotan dilakukan dengan cara pengkabutan dengan menggunakan alat semprot kecil maupun besar. Tujuan penyemprotan yaitu untuk menjaga keutuhan kelembaban pada ruangan kubung dan media tanaman. Proses penyemprotan dilakukan tergantung dari lokasi dimana proses budidaya jamur tiram dilakukan. Penyemprotan dilakukan apabila:

  • Kelembaban ruangan kubung mulai rendah.
  • Media tanam (baglog) terasa kering.

Proses penyiraman sebaiknya dilakukan pada saat setelah panen baik pagi, siang, ataupun sore. Disarankan penyiraman dilakukan terutama pada siang hari karena suhu kubungan dalam keadaan panas. Lakukan juga proses penyiraman pada lantai hingga basah.

#8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Cara budidaya jamur tiram sederhana di rumah atau disekitarnya tidak akan terlepas dari yang namanya hama dan penyakit karena jamur merupakan makhluk hidup. Umumnya, hama dan penyakit utama yang sering muncul dalam budidaya jamur tiram adalah tikus  dan jamur Aspergilus sp. (c jelaga), jamur Tricoderma sp. (Cendawan hijau), dan juga jamur Neurospora.  oncom).

Dalam budidaya jamur tiram, penggunaan pestisida sangat tidak dianjurkan sebagai langkah pengendalian hama dan penyakit karena pestisida dapat membunuh tanaman jamur. Untuk menghindari serangan tikus, lakukan pengecekan kubungan sesering mungkin sedangkan cendawan yang tumbuh pada bag log segera dimusnahkan.

#9. Pengaturan Suhu Ruang

Pengaturan suhu ruangan dapat dilakukan dengan cara membuka dan menutup jendela ventilasi kubung agar suhu dan kelembaban sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan.

Ada 2 jenis kebutuhan suhu dalam suatu cara budidaya jamur tiram di rumah.

Kebutuhan suhu saat inkubasi atau pemeraman. Suhu yang diperlukan saat peroses pemeraman yaitu 27-30 derajat celcius dengan kelembaban berkisar antara 50-60%.

  • Kebutuhan suhu pada saat pembentukan batang tubuh jamur hinga dilakukannya proses pemanenan. Suhu yang diperlukannya yaitu antara 21-27 derajat celcius sedangkan kelembabannya sekitar 90-95%.
  • Dampak yang terjadi apabila kelembabannya kurang maka media tanaman akan mengalami kekeringan sehingga jamur tiram tidak bisa tumbuh.

#10. Panen

Pemanenan jamur tiram dapat dilakukan setelah tanaman jamur berumur 30 hari setelah inokulasi (penanaman) atau setelah benar-benar munculnya primordia.

Syarat pokok dalam proses pemanenan yaitu:

  • Jamur tiram dipetik setelah berumur 2-3 hari sebelum tepi tudung jamur mengalami pecah
  • Ukuran jamur yang tidak terlalu besar yaitu memiliki ukuran antara 8-10 cm.
  • Usahakan jamur tiram yang siap panen adalah jamur yang memiliki warna tudung putih terang, tidak keriting dan tidak pecah serta bagian pinggir tudung belum terlalu mekar.

Disarankan, ketika memetik jamur harus dihabiskan hingga ke akarnya untuk menghindari pembusukan jamur pada baglog.

#11. Pasca Panen

Pasca panen dilakukan dengan sortasi, penimbangan dan pengemasan jamur tiram yang disesuaikan dengan permintaan konsumen. Biasanya, konsumen sangat suka dengan kemasan yang tidak terlalu besar yaitu berkisar antara 0,5-5 kg.

Kesimpulan : Cara budidaya jamur tiram sederhana dirumah tetap harus rutin merawat

Sekian dari saya mengenai cara budidaya jamur tiram di rumah yang dapat dilakukan bagi pemula maupun profesional. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat serta hasil usaha budidaya jamur tiram mendapatkan hasil yang melimpah bagi kalian. Kesimpulan dari Cara budidaya jamur tiram di rumah adalah untuk mencapai target yang telah ditetapkan, perlu beberapa kegiatan dari mulai pemilihan lokasi, pembuatan kubung, pembuatan media tanam, hingga panen dan proses pasca panen yang sudah dijelaskan di atas. Baca selengkapnya mengenai informasi pertanian dan peternakan di web ini.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *