Cara Budidaya Ikan Lele Hemat Lahan Bagi Pemula

Ikan Lele
Ikan Lele

Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan tawar yang sangat luas dan keanekaragaman potensi alam yang ada di dalamnya. Salah satu keanekaragaman yang berada di air tawar tersebut ialah ikan lele. Mengapa ikan lele?. Karena ikan lele memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Diantara keunggulan tersebut antara lain cara budidaya ikan lele mudah dikuasai oleh semua lapisan masyarakat terutama bagi pemula. Selain itu, pemasarannya pun cukup mudah, modal usaha untuk budidaya ternak lele relatif sedikit, serta tahan terhadap kondisi alam.

Cara Budidaya Ikan Lele

Sebelum membahas cara budidaya ikan lele, apakah kalian sudah tahu jenis ikan lele apa saja yang ada di Indonesia?. Berikut adalah jenis ikan lele yang ada di Indonesia.

  1. Lele lokal
    Merupakan jenis ikan lele lokal asli indonesia yang berasal dari Blitar, Jawa Timur. Daging dari ikan lele ini memiliki rasa gurih karena kandungan lemaknya rendah. Namun, waktu pemeliharaannya memerlukan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 1 tahun.
  2. Lele sangkuriang
    Merupakan jenis ikan lele yang dihasilkan dari hasil perbaikan genetik oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi. Lele Sangkuriang memiliki banyak keunggulan yaitu mampu menghasilkan telur hingga 60.000 butir dengan daya tetas mencapai >90%. Dalam jangka waktu sekitar 25 hari, lele sangkuriang mampu tumbuh hingga 3-5cm.
  3. Lele dumbo
    Merupakan jenis ikan lele yang mempunyai ukuran tubuh yang sangat besar. Disamping itu, lele ini juga memiliki waktu pemeliharaan yang relatif sebentar (sekitar 90-120 hari). Akan tetapi kebanyakan dari konsumen tidak menyukai lele ini dikarenakan memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi.
  4. Lele keli
    Merupakan jenis ikan lele yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Ciri-ciri dari ikan lele keli adalah berbadan lebih gelap (hitam kekuningan) jika dibandingkan ikan lele lokal. Siripnya lebih besar/lebar, kepala lebih besar, dan tidak memiliki patil yang tajam.
    Budidaya ikan lele keli dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Lele keli juga memiliki ketahanan tubuh yang tinggi dan cepat beradaptasi dengan berbagai jenis air tawar.
  5. Lele phiton
    Merupakan jenis ikan lele yang berasal dari Pandeglang, Banten. Ciri-ciri ikan lele ini yaitu kepala berbentuk pipih, kecil memanjang, dan berpunuk pada bagian belakang kepala, sedangkan pada sungutnya memiliki ukuran yang panjang dibandingkan jenis ikan lele yang sudah disebutkan di atas. Badan ikan lele ini memiliki warna hijau kehitaman, dan berwarna putih dari pangkal sampai ujung ekor. Untuk pertumbuhan ikan jenis ini sangat cepat. Dalam 1 bulan, ukuran tubuhnya sudah mencapai 6-9cm, dan siap panen (layak konsumsi) pada umur 45-50 hari. Ikan lele phiton dapat di budidayakan pada suhu yang dingin seperti wilayah pegunungan.

Lantas bagaimana cara budidaya ikan lele?. Bagaimana pula jika budidayanya dilakukan dengan media terpal?.

GAMPANG..!. Cara Budidaya ikan lele yang baik perlu memperhatikan beberapa syarat, berikut penjelasannya.

Syarat Teknis Budidaya Ikan Lele

Penentuan Lokasi Pemeliharaan

Budidaya ikan lele baik itu menggunakan media terpal  atau tidak, maka harus memperhatikan berbagai aspek dalam penentuan lokasinya. Aspek dalam penentuan lokasi diataranya adalah:

  1. Aspek teknis
    Di dalam aspek teknis, hal yang harus diperhatikan yaitu adanya sumber air, kondisi tanah harus rata.
  2. Aspek sosial dan ekonomi
    Aspek sosial dan ekonomi menjadi aspek yang penting karena untuk menciptakan Keamanan, Kenyamanan, dan Pendapatan yang maksimal. Hal yang harus diperhatikan pada aspek ini ialah dekat dengan penyedia sarana dan pra-sarana, kondisi pasar yang cukup terbuka untuk menampung produksi, serta tempat pembuangan limbah yang cukup mudah.

Persiapan Kolam

Berbagai persiapan sebelum melakukan budidaya ikan lele di terpal maupun di kolam tanah yaitu:

  1. Pengisian air
    Air yang dapat digunakan saat pengisian kolam yaitu menggunakan air yang berasal dari sungai ataupun air sumur.
  2. Pemupukan
    Pemupukan yang dimaksud di sini adalah dengan memberikan pupuk kandang ke dalam kolam agar nantinya terdapat plankton sebagai bahan makanan benih ikan lele. Baiknya, pemupukan kolam dilakukan 1 minggu sebelum benih ikan lele dimasukkan ke dalam kolam.

Penebaran Benih Ikan Lele

Penebaran benih ikan lele disarankan dilakukan pada pagi atau sore hari. Sebelum benih ikan lele di masukkan ke dalam kolam, kolam sucihamakan terlebih dahulu benih tersebut menggunakan air garam dengan dosis 3-4 ppm selama 5 menit. Cara meletakkan/memasukkan benih ikan lele tidak langsung dituangkan ke dalam kolam, tapi dimasukkan berbarengan beserta wadahnya. Tujuannya yaitu agar benih ikan lele tidak kaget, stres, dan dapat beradaptasi dengan kondisi air yang ada di dalam kolam secara berkala.

Manajemen Pakan dan Pemberiannya

Budidaya di terpal maupun di kolam besar, pakan merupakan komponen terbesar (sekitar 80%) dalam usaha budidaya ikan lele. Pakan yang baik bagi ikan lele adalah pakan yang mampu memenuhi kebutuhan gizinya. Kandungan nutrisi yang sesuai untuk ikan lele harus memiliki kadar protein sekitar 25-40%. Agar biaya produksi selama pemeliharaan ikan lele dapat diminimalisir, disarankan bagi anda untuk membuat pakan sendiri.

Bahan dasar pembuatan pakan ikan lele agar biaya yang dikeluarkan terbilang murah diusahakan berasal dari limbah pertanian, contohnya ampas tahu, ampas kedelai, dedak padi, dan sebagainya. Bahan pakan tambahan sebagai pemenuh gizi dapat didapat dari tepung keong, bangkai ayam yang tidak terpakai, dan lain-lain. Frekuensi pemberian pakan ikan lele disarankan sebanyak 3×1 hari (lebih sering lebih baik).

Manajemen Kesehatan Ikan Lele

Setiap makhluk hidup yang sehat pasti akan mengalami sakit. Bukan hanya saya dan anda, lele pun juga demikian.Perlu anda ketahui, penyakit hanya dapat ditanggulangi dengan cara melakukan pencegahan. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyerang ikan lele yaitu dengan cara melakukan pergantian air secara berkala, memisahkan ikan sakit dan ikan sehat, serta membuang bangkai ikan karena bangkai dapat menjadi sumber bibit penyakit.

Disini akan dibahas beberapa penyakit yang sering menyerang pada ikan lele baik itu penyakit dari virus maupun penyakit dari parsit, diantaranya ialah:

  1. Penyakit Merah
    Penyakit ini diakibatkan oleh cirus dengan tingkat kematian sebesar 70%.
    Gejala: Nafsu makan berkurang, biasanya mengumpul didekat pembuangan air, warna tubuh abnormal (kusam/gelap), terjadi pendarahan pada bagian tubuh (ekor, anus, pangkal sirip), adanya luka disekitar mulut, perut membengkak berisi cairan merah kekuningan (pada penderita berat).
    Pengendalian: Perendaman menggunakan air garam dosis tinggi (550-1000 ppm) selama 1 hari (24jam), pemberian vitamin c pada pakan selama pemeliharaan, dan penggantian air secara berkala.
  2. Penyakit pseudominiasis
    Penyakit ini diakibatkan oleh virus dengan tingkat kematian mencapai 89%.
    Gejala: Terlihat megap-megap diatas permukaan air, warna tubuh dan insang berubah menjadi gelap, adanya bercak merah disekujur tubuhnya.
    Pengendalian: Penggantian air secara berkala, pengurangan jumlah pakan.

Pemanenan Ikan Lele

Akhirnya yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah melakukan berbagai upaya cara beternak ikan lele ialah waktu pemanenan. Proses pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu

  1. Panen sortir. Panen sortir biasanya dilakukan dengan cara memilih ikan lele layak konsumsi berdasarkan kebutuhan pasar.
  2. Panen sekaligus (semua). Panen sekaligus merupakan panen yang dilakukan dengan cara diambil semuanya tanpa memperhatikan keinginan pasar.

Biasanya ikan lele mulai dapat dipanen ketika massa pemeliharaan sudah mencapai umur 60-90 hari dengan ukuran 78-160 gram/ekor sudah layak konsumsi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *