Cara Beternak Ayam Jawa Super/Joper 2-3 Bulan Panen

Cara Beternak Ayam Jawa Super
Cara Beternak Ayam Jawa Super

Salah satu jenis usaha yang sedang berkembang di bidang peternakan saat ini adalah ayam jawa super (joper) atau sering disebut dengan kampung super (kamper). Permintaan konsumen yang terus meningkat mengakibatkan kendala bagi peternak besar maupun peternak rakyat kecil karena rasa dan aroma daging ayam jawa super terkenal dengan gurihnya.

Ada beberapa hal yang sangat membedakan dari ayam jawa super dibandingkan dengan ayam kampung asli. Perbedaan tersebut terletak pada:

  1. Ukuran DOC ayam jawa super terlihat lebih besar dan bulat
  2. Pertumbuhan ayam jawa super sangat cepat
  3. Ayam jawa super memiliki warna bulu yang berfariasi (hitam, putih, bercak hitam-putih, coklat, Kombinasi putih coklat
  4. Lebih tahan terhadap serangan penyakit
  5. mempunyai cita rasa yang tidak kalah dengan ayam kampung/jawa biasa

Cara Beternak Ayam Jawa Super Secara Cepat

Bagi anda yang ingin memelihara/mencoba beternak ayam jawa super, maka anda sangat beruntung karena membaca tulisan ini. Disini seputarusaha.com akan membagikan informasi mengenai cara beternak ayam jawa super agar cepat paneen yaitu dengan waktu pemeliharaan hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan saja.

Beternak ayam jawa super sebenarnya tidak membutuhkan modal yang begitu besar. Dari pengalaman pribadi, dengan modal hanya 2 juta saja sudah bisa memelihara ayam jawa super dengan skala 1 box (100 ekor) sudah termasuk pakan dan obat-obatan (vaksin, dll)  serta hasil yang di dapatkan saat panen mencapai 2x lipat. Berikut adalah cara bagaimana Beternak Ayam Jawa Super 2-3 Bulan Panen.

Ada 5 poin yang perlu diperhatikan peternak jawa super baik itu pemula maupun yang sudah profesional yaitu Manajemen kandang, Manajemen Pemilihan bibit, Manajemen Sistem pemeliharaan, Manajemen pakan, dan Manajemen pengendalian penyakit. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan ke 5 poin penting berikut ini:

Manajemen Kandang

Kandang memegang peran yang sangat penting bagi dunia peternakan. Fungsi kandang selain memberikan tempat yang nyaman bagi ternak dan peternak juga sebagai tempat memonitoring antara ternak yang sehat dan ternak yang sakit, serta sebagai tempat produksi ternak yang sedang dibudidayakan.

Ada 4 tipe bentuk kandang yang sangat familiar.

  • Kandang tipe postal
  • Kandang tipe battery
  • Kandang tipe panggung
  • Kandang tipe  pagar

Dari keempat tipe bentuk kandang tersebut, masing masing memiliki keunggulan tersendiri dan tentunya membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda. Perlakuan yang dimaksud contohnya adalah apa saja alat-alat perlengkapan kandang yang harus dibutuhkan, berapa volume atau daya tampung kandang, berapa ukuran kandang yang ideal, dan bagaimana cara memanajemen kandang agar ternak yang sedang dipelihara dapat terhindar dari serangan penyakit. untuk lebih jelasnya, dapat dibaca pada Kandang Ayam Jawa Super Yang Baik, Hemat Lahan

Manajemen Pemilihan Bibit

Selain daripada manajemen kandang, Faktor keberhasilan suatu usaha peternakan baik itu usaha penggemukan maupun usaha pembibitan salah satunya terletak pada faktor pemilihan bibit. Begitu juga dengan usaha beternak ayam kampung super, pemilihan bibit yang unggul menjadi sangat penting mengingat bibit yang kita pilih adalah calon uang yang akan membesarkan derajat ekonomi kita nantinya.

Pemilihan bibit harus didasarkan dari induk yang baik. Namun kendalanya adalah kita terkadang tidak mengetahui asal induknya karena membeli bibit ayam jawa super sudah dala wujud kemasan (Box). Terutama bagi pemula yang biasanya menerima bibit asal menerimanya saja tanpa peduli kualitas bibit yang baik untuk dibudidayakan itu seperti apa. Berikut adalah ciri-ciri bibit DOC ayam jawa super yang unggul serta berkualitas baik, antara lain:

  1. Tidak adanya cacat fisik, berdiri tegak dan mata bersinar
  2. Bulu terlihat bersih, mengkilap dan halus
  3. Anus bersih, pusar kering
  4. Pergerakan lincah
  5. Berasal dari satu lokasi penetasan dengan waktu tetas yang sama.

Ingat!, Jangan asal-asalan dalam memilih bibit ternak. Bagi pemula disarankan untuk lebih mendalami cara pemilihan bibit dengan cara sering sharing ilmu dengan peternak senior.

Manajemen Sistem Pemeliharaan

Setelah memilih bibit ayam jawa super yang baik, sekarang waktunya anda memasukkan bibit ayam tersebut ke dalam kandang yang sudah dipersiapkan sebelumnya. dan menentukan manajemen sistem pemeliharaan yang disesuaikan dengan tipe kandangnya. Sistem pemeliharaan dalam budidaya ternak ayam ada 3 macam, yaitu:

  1. Sistem pemeliharaan secara intensif (ternak selalu dikandangkan)
  2. Sistem pemeliharaan secara semi-intensif (ternak dikandangkan setengah hari)
  3. Sistem pemeliharaan sistem umbar (ternak dilepas)

Disarankan bagi peternak pemula dalam proses pemeliharaan ayam jawa super agar menggunakan sistem pemeliharaan secara intensif (ternak selalu dikandangkan). Tujuannya adalah agar mempermudah dalam proses pemberian pakan, pengontrolan ayam sakit, dan menyeragamkan waktu panen.

Manajemen Pakan

Pakan yang baik adalah pakan yang mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi ternak. Semua orang pun juga tahu hal itu Tapi, Apakah ada pakan yang berkualitas baik tapi mampu meminimalisir biaya operasional mengingat biaya pakan adalah yang paling mahal dalam suatu usaha peternakan?.

Jawabannya adalah Ada. yaitu dengan cara membuat formulasi pakan sendiri. Lalu, bahan-bahan apa saja yang harus dibutuhkan untuk membuat pakan yang berkualitas?.

Berikut adalah beberapa bahan pakan yang dapat digunakan untuk membuat ransum pakan ayam jawa super.

  • Dedak padi
  • Jagung
  • Tepung singkong
  • Tepung ikan
  • Polard
  • Tepung kerang/tepung cangkang keong
  • Bungkil kedelai
  • Bungkil kelapa
  • Shorgum
  • Asam amino
  • Antibiotik
  • Premix vitamin dan mineral
  • Herbal kesehatan contohnya daun pepaya

Jika anda termasuk orang yang tidak mau repot-repot membuat ransum sendiri, pakan jadi pun bisajadi solusinya tapi perlu biaya mahal. Tersedia berbagai jenis pakan jadi yang ada di toko ternak unggas (poultry shop), tapi yang biasa digunakan peternak berpengalaman ada 3 macam jenis pakan.

  1. Pakan starter
    Diberikan pada anak ayam umur 1-21 hari. Kandungan nutrisi protein 20-24% dan energi metabolisme 2600-2700 kkal/kg. Pakan berbentuk Crumble (butiran kecil).
  2. Pakan grower
    Diberikan pada ayam umur 22-60 hari. Kandungan nutrisi protein 18-21% dan Energi metabolisme 2700-2900 kkal/kg. Pakan berbentuk pellet.
  3. Pakan finisher
    Diberikan pada ayam umur 61-panen. Kandungan nutrisi protein 16-18% dan Energi metabolisme 2900-3200kkal/kg. Pakan berbentuk pellet.

Pelaku usaha budidaya ternak ayam jawa super yang berpengalaman biasanya menggunakan jenis pakan starter dan finisher saja karena pakan grower hanya untuk ayam petelur. Pemberian pakan dilakukan secara add libitum (selalu tersedia) agar pertumbuhan ayam cepat besar.

Manajemen Pengendalian Penyakit

seputarusaha.com menyarankan bagi setiap peternak berpengalaman maupun peternak pemula agar melakukan pencegahan sebelum adanya bibit penyakit yang menyerang. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan cara menerapkan biosecurity pada lingkungan kandang, melakukan vaksinasi ternak, serta pemberian vitamin.

Tahapan pemberian vitamin untuk ternak ayam jawa super berdasarkan pengalaman yaitu:

  1. Vaksin ND/tetelo pada hari ke 4-7
  2. Vaksin Gumboro pada hari ke 18-22
  3. Vaksin AI (Jika diperlukan)

Beberapa penyakit yang sering menyerang ayam jawa super:

  1. Penyakit ND (Newcastle Disease)
    Penyakit ini disebabkan oleh virus Newcastle Disease. Biasanya menyerang pada ayam umur kurang dari 2 minggu. Kematian bisa mencapai 90%.
    Gejala: Kepala terpuntir,Nafsu makan menurun, jengger dan kepala berwarna kebiru-biruan, lemas, dan ngorok.
    Pencegahan: Isolasi, biosecurity, vaksinasi, dan pemusnahan/pembakaran bangkai ayam
    Pengobatan: Belum ada obat untuk penyakit ND
  2. Penyakit Gumboro
    Penyakit ini disebabkan oleh virus Infekcius Bursa Disease (IBD). Biasanya menyerang pada ayam umur 3-4 minggu. Kematian bisa mencapai 70-80%.
    Gejala: Nafsu makan menurun, ayam terlihat ngantuk dan lesu, bulu menjadi kusam dan tidak beraturan, diare dan terjadi iritasi disekitar dubur ayam.
    Pencegahan: Isolasi, biosecurity, vaksinasi, dan pemusnahan/pembakaran bangkai ayam
    Pengobatan: Belum ada obat untuk penyakit gumboro
  3. Penyakit CRD (Chronic respiratory disease/pilek)
    Penyakit ini disebabkan oleh Mycoplasma gallisepticum. Biasanya menyerang pada ayam umur 1 bulan hingga panen. Kematian bisa mencapai 40-60%
    Gejala: Terdengar ngorok, hidung berlendir, Nafsu makan menurun, Bulu kusam, kotoran encer.
    Pencegahan: Isolasi, biosecurity.
    Pengobatan: Pemberian Doctril, Neo Meditril, Doxytin, Respiratrek, Trimezyn atau gentamin.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *