Budidaya Belut Dalam Drum Tanpa Lumpur, Praktis Dan Mudah

Budidaya Belut Dalam Drum Tanpa Lumpur
Budidaya Belut Dalam Drum Tanpa Lumpur

Budidaya Belut Dalam Drum Tanpa Lumpur sudah menjadi bisnis sampingan yang ngetrend saat ini. Disamping cara budidayanya yang mudah, juga bisa menghemat lahan sehingga dapat dilakukan disamping rumah kita. Budidaya belut tidak hanya dapat diakukan dengan media lumpur saja. Namun dapat juga dilakukan dengan menggunakan drum tanpa lumpur.

Kebutuhan belut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan belum diimbangi dengan ketersediaan yang memenuhi permintaan masyarakat. Entah apa penyebabnya namun itu adalah fakta. Disamping rasanya yang gurih dan enak, belut juga memiliki manfaat yang sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia misalnya sebagai pemenuh kebutuhan protein dalam tubuh, mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang, mencegah anemia, membantu perkembangan fungsi jaringan syaraf, menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Sedangkan efek samping mengkonsumsi belut ialah tingginya angka kolesterol, Namun untuk mengurangi kandungan kolesterol tersebut dapat dilakukan dengan cara dibakar/dipanggang.

Budidaya Belut dalam drum tanpa lumpur memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan budidaya belut menggunakan lumpur maupun budidaya belut dalam bak. Keunggulan budidaya belut dalam drum adalah sebagai berikut:

  1. Mudah dalam pengontrolan
  2. Mudah dalam menentukan waktu panen
  3. Mudah dilakukan terutama bagi pemula
  4. Dapat dilakukan pada lahan sempit

Langkah Budidaya Belut Dalam Drum Tanpa Lumpur

Di Indonesia, belut terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan habitat alaminya. Pertama belut sawah dan yang kedua belut rawa. Dari kedua jenis belut tersebut tidak ada perbedaan baik ciri-cirinya ataupun cara budidayanya. Namun bagi kalian yang mengutamakan daging belut dibandingkan rasa kriuk dari tulangnya, belut sawah adalah pilihan yang tepat karena belut sawah memiliki tekstur daging yang lebih tebal. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya belut sawah maupun belut rawa yang dilakukan menggunakan drum tanpa lumpur.

#1. Persiapan Kolam

Sebelum melakukan budidaya belut menggunakan drum, persiapkan terlebih dahulu drum yang akan dijadikan sebagai kolam.

  • Pilih drum berbahan plastik untuk menghindari timbulnya karat pada drum. Drum plastik memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan drum besi.
  • Buatlah lubang memanjang pada tubuh drum plastik sebagai pintu keluar-masuk belut saat proses pemasukkan bibit dan pemanenan belut.
  • Bersihkan drum menggunakan air panas agar kandungan kimia bahan pembuatan drum plastik hilang.
  • Buatlah ganjal di bagian bawah drum plastik dengan menggunakan kayu atau yang lainnya agar drum plastik tidak tumpah
  • Buatlah saluran pembuangan air pada bangian samping drum plastik menggunakan paralon.

Sebelum Belut dimasukkan ke dalam kolam drum plastik, persiapkan terlebih dahulu media sebagai tumbuh belut agar belut yang kita pelihara tidak mati. Cara membuat media tumbuh belut adalah sebagai berikut:

  • Buat Lapisan dasar dengan ketebalan 7 cm menggunakan campuran antara jerami padi dan pupuk kandang perbandingan 2:1
  • Berilah starter mikroorganisme seperti bioaktivator sebanyak 1 tutup botol pada campuran jerami padi pupuk kandang.
  • BuatĀ  lapisan kedua dengan ketebalan 5 cm menggunakan campuran antara dedak padi danĀ  pupuk TSP secukupnya.
  • Selanjutnya, Isi kolam drum plastik menggunakan air bersih yang berasal dari PDAM atau air sumur.
  • Berilah penutup di atas kolam agar belut tidak kepanasan. Penutup bisa menggunakan enceng gondok atau dengan azolla.

#2. Pemilihan Bibit Belut Unggul

Sebelum melakukan proses budidaya belut dalam drum tanpa lumpur, kita harus teliti dalam pemilihan bibit belut. Ada 2 Cara memilih bibit belut agar mendapatkan bibit yang unggul dapat kita lakukan.

  • Berasal dari hasil tangkapan
    Pemilihan bibit belut dengan cara ini sebenarnya sangat dianjurkan apabila kalian menginginkan biaya pengeluaran yang relatif sedikit. Namun pemilihan bibit ini memiliki kekurangan yang dapat merugikan usaha budidaya kalian. Karena, bibit belut yang berasal dari tangkapan biasanya memiliki ukuran yang berbeda-beda sehingga kemungkinan besar akan terjadi persaingan pakan dan terjadi sifat kanibalisme.
  • Berasal dari hasil budidaya belut
    Meskipun biaya yang dikeluarkan terbilang cukup mahal, tapi pemilihan bibit yang berasal dari budidaya memiliki banyak keuntungan kedepannya. Karena bibit belut hampir semuanya memiliki bentuk dan ukuran yang sama sehingga kemungkinan terjadi persaingan pakan sangat sedikit.

Berikut adalah ciri-ciri bibit belut unggul yang harus diketahui.

  • Memiliki ukuran seragam (10-12 cm)
  • Pergerakan lincah dan tidak lemas.
  • Tidak adanya cacat fisik.
  • Berbentuk normal
  • Bebas dari berbagai penyakit

#3. Pemberian Pakan Belut

Pakan merupakan faktor penting dalam suatu proses budidaya karena salah satu fungsi pakan yaitu mampu menentukan waktu panen. Namun dari kebanyakan proses budidaya, pakan adalah faktor yang paling banyak menyita biasa. Tapi jangan salah, untuk budidaya belut pakan yang digukanan tidak seperti budidaya ternak pada umumnya karena pakan belut dapat dicari dipekarangan ataupun disawah bagi kalian yang tinggal di pedesaan.

Pakan yang digunakan dalam proses budidaya belut dalam drum bisa kalian gunakan bekicot yang dipotong kecil-kecil, cacing tanah atau cacing sutra, ikan tenggiri atau ikan yang berukuran kecil, kecebong, dan lain sebagainya.

Takaran yang diberikan saat proses pemberian pakan disesuaikan dengan usia belut. Namun jika kalian bingung seberapa banyak takaran yang harus diberikan gunakan saja patokan 20% dari bobot belut. patokan tersebut digunakan untuk pemberian per hari. Frekuensi pemberian pakan pada belut dapat kalian lakukan pada pagi, sore dan malam hari. Diutamakan malah hari dan pagi hari karena di habitat alamnya, belut biasa mencari makanan pada malam dan pagi hari.

#4. Proses Panen Belut

Proses panen belut dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasaran. Ketika pasar sedang ramai, proses panen dilakukan secara masal atau semuanya, namun apabila pasar sedang sepi proses panen dapat dilakukansebagian saja dengan memilih antara belut yang kecil dan belut yang besar. Proses panen belut biasanya dilakukan setelah 3-4 bulan dengan ukuran 11-13 cm tergantung dari jenis belut.

Demikianlah informasi mengenai budidaya belut dalam drum tanpa tumpu yang dapat saya sampaikan. semoga bermanfaat bagi kalian sebagai bahan referensi membuka usaha sampingan. Salam sukses!.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *