Berapa Jarak Tanam Cabe Yang Baik Dan Benar?

Jarak Tanam Cabe
Jarak Tanam Cabe

Pada postingan sebelumnyaa sudah dibahas mengenai petunjuk pemupukan cabe agar cepat berbuah dengan tujuannya untuk mendapatkan hasil yang melimpah. Namun membahas cara pemupukan tanpa mengetahui bagaimana cara mengatur jarak tanam cabe mustahil hasil panen akan melimpah. Karena tanaman cabe juga membutuhkan ruang gerak untuk bernafas.

Ingat!. Tujuan utama dari pengaturan jarak tanam cabe adalah memberikan ruang gerak agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan maksimal, memberikan celah untuk sinar matahari masuk melalui celah-celah tanaman cabe, sebagai sirkulasi udara, dan yang paling penting adalah agar terhindar atau meminimalisir penyebaran penyakit tanaman cabe. Dengan demikian, penentuan jarak tanam cabe penting untuk diperhatikan sebelum melakukan penanaman.

Ada 2 cara menentukan jarak tanam cabe yang disarankan untuk para petani Indonesia.

  1. Penentuan jarak tanam cabe berdasarkan lokasi penanaman tanaman cabe
  2. Penentuan jarak tanam cabe berdasarkan Tumpangsari penanaman tanaman lain selain cabe.

Penentuan jarak tanam cabe berdasarkan lokasi penanaman tanaman cabe

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang terdiri dari berbagai kepulauan. Pada masing-masing pulau di Indonesia memiliki konstruksi dan bentuk tanah yang berbeda-beda. Ada yang termasuk ke dalam dataran tinggi, ada yang termasuk ke dalam dataran rendah. Ada yang memiliki curah hujan tinggi, ada juga yang memiliki curah hujan yang rendah. Tanaman cabe merupakan tanaman yang cocok untuk ditanam di dataran tinggi maupun dataran rendah dan mampu beradaptasi dengan kondisi iklim pada daerah dimana akan ditanami tanaman cabe.

Apabila anda menanam tanaman cabe pada lahan kering/tegalan, yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Membuat bedengan dengan ukuran lebar antara 1-1,2 meter, tinggi 30-40 cm. Jarak antar bedengan 0,5 meter. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan ditanami tanaman cabe.
  2. Membuat lubang tanam dengan jarak (40-60) cm x (60-70) cm. Pembuatan lubang sebanyak 2 baris pada tiap bedengan. Lubang dibuat dengan posisi zig-zag agar saat tanaman sudah tumbuh besar nanti tidak saling bertabrakan.

Apabila anda menanam tanaman cabe pada lahan sawah, yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Membuat bedengan dengan ukuran lebar 1-1,5 meter. Antara bedengan satu dengan bedengan yang lain dibuat parit sedalam 40 cm dengan ukuran lebar parit 30 cm.
  2. Tanah bedengan diusahakan harus gembur
  3. Disarankan bedengan ditutup menggunakan plastik mulsa untuk meminimalisir pertumbuhan gulma
  4. Membuat lubang tanam dengan jarak (40-60) cm x (60-70) cm. Pembuatan lubang sebanyak 2 baris pada tiap bedengan. Lubang dibuat dengan posisi zig-zag agar saat tanaman sudah tumbuh besar nanti tidak saling bertabrakan.

Penentuan jarak tanam cabe berdasarkan Tumpangsari penanaman tanaman lain selain cabe.

Sering kita menjumpai para petani yang menanam cabe tidak hanya menanam cabe pada satu petak/lokasi tersebut terutama penanaman yang dilakukan di sawah. Biasanya, tanaman cabe dibarengi dengan tanaman penumpang. Tanaman penumpang  yang ditanam biasanya adalah tanaman dengan siklus hidup yang pendek seperti tanaman terong, tanaman bawang merah, tanaman kecipir, dan masih banyak lainnya.

Metode penanaman tanaman tumpangsari ini sebenarnya tidak begitu dianjurkan karena penyebaran bibit penyakit terhadap tanaman cabae sangat mudah. Namun kebanyakan para petani menginginkan hasil yang berlebih sehingga penanaman tanaman tumpangsari terpaksa dilakukan.

Cara yang dapat dilakukan dalam penanaman jarak tanam cabe yang ada tanaman tumpangsarinya adalah sebagai berikut:

  1. Membuat bedengan dengan ukuran sekitar 1,2-1,5 m.
  2. Jarak antar bedengan satu dengan bedengan yang lainnya sekitar 30-40 cm
  3. Disarankan bedengan ditutup dengan plastik mulsa
  4. Membuat jarak tanam antar tanaman cabe dengan ukuran 70-100 cm

Pengaturan jarak tanam cabe kombinasi dengan tanaman tumpangsari  harus benar-benar diperhatikan. Jika jarak antar tanaman terlalu dekat, maka kelembaban akan terlalu tinggi, sirkulasi udara akan terhambat, dan sinar matahari akan susah masuk. Jika jarak tanam terlalu lebar, maka akan berpengaruh terhadap pemborosan lahan. Perlu ditekankan lagi bahwa tujuan utama dari pengaturan jarak tanam cabe adalah memberikan ruang gerak agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan maksimal dan disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Setelah anda membuat bedengan dengan penutup plastik mulsa yang sudah terlubangi, langkah yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah menanam tanaman cabe yang sudah dipersiapkan, penyiangan, pemupukan, pengairan, dan lain sebagainya hingga panen. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca mengenai cara menanam cabe hingga panen hasil yang melimpah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *