6 Cara Sederhana Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula

Budidaya kroto rumahan
Budidaya Kroto rumahan

Kembali lagi bersama seputarusaha.com. Disini kami akan membagikan beberapa cara mengenai Budidaya kroto sebagai alternatif usaha rumahan. Mendengar nama kroto mungkin sudah tidak asing lagi dibenak pikiran kita. Ya, dia (kroto) adalah telur dari semut rangrang yang kelak akan menjadi penerus generasi berikutnya. Kalau manusia bukan telur, tapi Bayi. hehe

Kroto merupakan salah satu makanan yang paling disukai oleh burung terutama burung kicau. Maka dari itu, apabila sobat memelihara atau budidaya kroto pasti sobat akan menjadi buronan para pecinta burung kicau. Tapi jangan takut karena buronan yang sobat sandang bukan buronan sebuah kejahatan melainkan sebagai penyedia kroto jika sobat mampu dan mau membudidayakan semut rangrang.

Sebelum membahas cara budidaya kroto rumahan, apakah sobat sudah tahu apa saja manfaat kroto bagi burung kicau?.

Ya, Benar !.

Banyak yang bilang bahwa kroto bermanfaat sebagai pengeras suara kicauan.

Tapi bukan hanya itu. Selain sebagai pengeras suara burung kicau, manfaat kroto adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga kesehatan burung agar tetap fit
  2. Sebagai pemacu perkembangat otak saat burung pertama kali belajar kicau
  3. Memacu perkembangan tenggorokkan agar suara yang dihasilkan lebih maksimal
  4. Memberi tenaga saat kondisi burung sedang lemas
  5. mencegah stress pada burung

Wah, banyak juga ya manfaatnya. Sebenarnya ada apa saja si kandungan yang ada di dalamnya sehingga kroto memiliki banyak manfaat bagi burung kicau?.

Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh Kroto UKJ, kroto mengandung banyak nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan burung terutama kandungan protein dan lemak. Kandungan (tiap 100 gram kroto) tersebut diantaranya adalah:

[table “6” could not be loaded /]

Itulah beberapa kandungan yang ada di dalam 100 gram kroto. Pantas jika kroto dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

Jika sobat tahu, harga kroto di daerah saya berada sudah menginjak Rp 260.000/kg. Lumayan bukan?. dan itu sudah menjadi pendapatan (usaha) sampingan bagi para kuli dan petani.

Tertarik dengan usaha sampingan budidaya kroto?. Yuk kita bahas bagaimana cara budidayanya.

Tips Budidaya Kroto Rumahan

Apabila sobat akan melakukan suatu usaha baik itu usaha kroto atau yang lainnya, sobat harus memperhatikan tips berikut ini agar usaha yang dijalani mendapat hasil yang maksimal.

  1. Menyukai jenis usaha
    Kadang setiap pemula terlena akan cerita manis pelaku usaha yang sudah sukses. Bahkan, pemula belum mengetahui berapa kali seorang pelaku usaha tersebut mengalami jatuh bangun hingga akhirnya bisa sukses. Bagi pemula, biasanya hanya bisa meniru suatu usaha yang sudah berjalan lama. Keburukan pemula kadang-kadang jika sudah gagal akan menyerah begitu saja. Lebih parahnya lagi ketika bosan maka akan ditinggal ditengah jalan. Maka dari itu, Cintailah pekerjaan agar memperoleh kesuksesan.
  2. Semangat dalam menjalankan usaha
    Kesemangatan saat menjalankan usaha harus benar-benar sangat diperlukan terlebih usaha yang kita jalani berkaitan dengan makhluk hidup yaitu semut rangrang. Dia butuh makan dan minum. Apabila kita putus semangat ditengah jalan, usai sudah usaha yang kita kerjakan. Yang ada malah rugi tenaga, rugi biaya.

Langkah Budidaya Kroto Rumahan Secara Sederhana

Banyak yang membahas mengenai budidaya kroto dari A sampai Z mulai dari budidaya kroto menggunakan besek, toples plastik, kardus, keranjang telor, dan lain sebagainya. Namun yang akan kita bahas disini adalah budidaya menggunakan toples plastik karena mudah dalam pemantauan serta mudah dalam proses pemanenan.

Budidaya menggunakan toples plastik yang akan kita bahas disini ada 6 langkah. Sedikit langkah namun hasilnya melimpah.

.1. Menentukan Lokasi Budidaya Kroto

Langkah pertama yang harus sobat lakukan sebelum melakukan budidaya kroto adalah menentukan lokasi dimana budidaya kroto tersebut akan dilakukan.

Jika kita mengamati sarang kroto atau semut rangrang yang ada di alam terbuka, pastinya sarang tersebut dalam keadaan gelap, dan lembab.Kondisi tersebutlah yang nantinya akan kita buat sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai sarang semut rangrang.

Lokasi yang sesuai untuk dijadikan lahan budidaya kroto adalah sebaga berikut:

  • kondisi tanah harus rata
  • Tempat budidaya harus tertutup dan jauh dari jangkauan anak-anak serta hewan pemangsa (burung dan hewan ternak lainnya)
  • Sirkulasi udara harus baik namun minim cahaya
  • Suhu dan kelembaban yang sesuai yaitu 26-30 derajat celsius dan 60-72%

.2. Persiapan Rak Penjara Semut Rangrang

Langkah kedua adalah persiapan rak penjara. Rak ini dibuat seperti sobat membuat rak sepatu. Bahan pembuatan rak penjara dengan menggunakan bambu ataupun kayu (kaso).

Rak dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 2-3 meter dan panjangnya disesuaikan dengan luas tanah. Jarak antara tembok bangunan dengan tepi rak sekitar 0,5 m. Apabila posisi rak berjejer, berilah jembatan dengan menggunakan bambu untuk menyeberang semut rangrang dari rak satu ke rak yang lain.

Pada kaki rak penjara yang sobat buat, berilah botol plastik bekas minuman kemudian diisi dengan oil motor atau air biasa. Tujuannya adalah agar semut rangrang tetap berada pada kawasan rak penjara dan melakuka produktifitas disana.

Setelah rak penjara dibuat, sekarang sobat tinggal mempersiapkan topless sebagai sarang semut rangrang

.3. Persiapan Toples Plastik Sebagai Sarang

Ketika sobat mempersiapkan sarang semut rangrang menggunakan toples plastik, gunakanlah toples yang tidak berwarna alias bening misalnya toples bekas sosis atau yang lainnya. Tujuannya ialah untuk mempermudah dalam proses pengamatan agar waktu panen dapat kita tentukan.

Berikut adalah cara sederhana pembuatan sarang kroto menggunakan toples plastik

  1. Siapkan toples plastik, lilin, dan pisau/pinset.
  2. Panaskan pisau/pinsetpada lilin.
  3. Lubangi bagian bawah toples dengan pisau/pinset.
  4. Tutup lubang dengan lakban.
  5. Toples ditruh dengan posisi tengkurab

.4. Memilih bibit Semut Rangrang Berkualitas

Bibit semut rangrang yang berkualitas dapat sobat peroleh dengan cara mencari sarang semut rangrang yang ada di sekitar  rumah sobat. Semut rangrang biasanya sangat suka membuat sarangnya di pohon sirsak, pohon salam, pohon nangka, pohon jambu air, pohon rambutan, dan lain sebagainya. Carilah sarang semut rangrang sebagai bibit starter semut rangrang yang berkualitas

Setelah sarang bibit semut rangrang diperoleh, kemudian letakkanlah di atas rak penjara dan tunggu beberapa saat hingga semut rangrang membuat sarang barunya pada toples plastik yang sudah disediakan sebelumnya.

.5. Membuat Makanan Kroto Atau Semut Rangrang

Membuat makanan kroto tidaklah semudak yang kita bayangkan karena jenis makanan yang sobat berikan akan menentukan kualitas produk (kroto) dari semut rangrang yang sobat pelihara. Agar diperoleh produk yang berkualitas, makanan semut rangrang yang diberikan pun harus berkualitas.

Berikut adalah jenis makanan semut rangrang yang memiliki kualitas baik sebagai penghasil kroto super:

a. Sumber hewani
  • Ulat daun pisang
  • Jangkrik
  • Cicak
  • Ulat hongkong
  • Tulang ayam
  • cacing tanah
b. Sumber nabati
  • Air bunga kelapa
  • Air tebu
  • Air gula

Perlu sobat ketahui bahwa untuk memperoleh jumlah kroto dengan jumlah banyak, ketersediaan makanan semut rangrang harus selalu tersedia. Karena seekor ratu semut rangrang sangat membutuhkan banyak energi untuk mengeluarkan larva (krotonya).

.6. Pemanenan Kroto

Telur semut rangrang dapat berubah menjadi kroto membutuhkan waktu sekitar 17-21 hari tergantung dari asal semut tersebut didatangkan.

Untuk mempertahankan koloni semut rangrang agar bertahan dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya sobat jangan terburu-buru dalam melakukan proses pemanenan. Tunggulah hingga koloni semut rangrang membesar hingga 6x lipat dari jumlah awal. Dengan begitu, jumlah panen yang sobat peroleh akan berlimpah.

Proses panen pun tidak dilakukan pada seluruh jumlah toples yang ada. Sisakan beberapa toples berisi kroto untuk membuat generasi semut rangrang berikutnya. Artinya, apabila sobat memiliki 50 toples berisi kroto siap panen, sisakanlah 10-15 toples sebagai generasi penghasil kroto periode berikutnya.

Berikut ini cara sederhana yang dapat sobat lakukan ketika memanen kroto.
  1. Siapkan nampan (bisa menggunakan ember plastik) sebagai penampung.
  2. bubuhkan sedikit tepung terigu.
  3. Pakailah sarung tangan.
  4. Oleskan tepung pada penampung secara berkeseluruhan
  5. Pilih toples mana yang akan dipanen terlebih dahulu
  6. Tutuplah toples yang akan dipanen agar semut tidak berlarian.
  7. Angkat keluar toples
  8. Buka lakban atau penutup toples pada bagian bawah toples.
  9. Bisa juga dengan cara membuka tutup toples.
  10. Rusak rumah semut yang berbentuk jaringan di dalam toples.
  11. Goyang-goyangkanlah toples.
  12. Telur (kroto) akan jatuh pada wadah penampung yang diikuti oleh beberapa ekor semut.
  13. Tutup toples dan letakkan kembali pada rak penjara.
  14. Buka kembali lubang jalur keluar-masuk semut.

Kesimpulan:

  1. Sarang semut selalu kondisi gelap namun sirkulasi udara lancar.
  2. Jauhkan dari predator (musuh alami semut) seperti ayam, burung, trenggiling, dan lainnya.
  3. Hindari pengasapan seperti bakar sampah, fogging, asalp obat nyamuk, dan lainnya.
  4. Jangan mencampurkan koloni baru dengan koloni lama. Karena akan terjadi pertarungan antar kedua koloni.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *